Cara Mudah Menanam Anggur

Siapa tak kenal anggur? Buah dari tanaman perdu yang merambat ini kabarnya berasal dari Armenia. Meski demikian, budidaya buah anggur bahkan telah merambah wilayah lain di Timur Tengah sejak 4000 SM. Adapun teknologi pengolahan buah anggur menjadi minuman bermula di Mesir sejak tahun 2500 SM. Hal ini kemudian menyebar ke wilayah lain di penjuru dunia seperti Yunani, Laut Hitam, Jerman, Spanyol, Austria, Jerman dan wilayah-wilayah lainnya. Sejalan dengan ekspansi Colombus, buah anggur pun mulai menyenbrangi bbelahan dunia yang lainnya. Mulai dari Mexico, Amerika Selatan hingga ke Asia. Termasuk pula di dalamnya wilayah Indonesia. Banyak yang mengira susah membudidayakan buah menjuntai yang satu ini. Padahal kenyataannya, cara menanam anggur itu cukup mudah selama kita memahami syarat tumbuh serta teknik pemeliharannya.

Syarat Tumbuh

Cara menanam anggur yang baik dimulai dari pemenuhan syarat tumbuhnya. Apa saja?

Iklim 
  • Tanaman perdu yang satu ini idealnya ditanam di wilayah dataran rendah khususnya di dekat pantai.
  • Wilayah ini juga sebaiknya memiliki kemarau yang panjang yakni 4 sampai 7 bulan.
  • Hindari wilayah dengan intensitas angin yang tinggi sebab memberi pengaruh yang buruk bagi tanaman anggur.
  • Idealnya curah hujan berkisar pada angka 800 mm per tahunnya. Jika hujan berlebihan maka akan merusak bakal bunga dari tanaman anggur.
  • Sinar matahari yang terik serta udara yang cenderung kering sangat disukai tanaman anggur.
  • Suhu ideal berkisar di angka 31 derajat celcius. Adapun kelembaban udara baiknya antara 78% sampai 80%. 

Media Tanam
  • Tanah ideal bagi tanaman anggur adalah yang mengandung banyak pasir, lembung, gembur dan tentu subur. Sama seperti tanaman lainnya, ia juga menyukai yang mengandung hara juga humus melimpah.
  • Sedangkan pH tanah yang cocok adalah 7 atau yang netral.
  • Tanaman anggur cukup ideal ditanam di ketinggian 5 sampai 1000 mdpl. Ketinggian ini akan berpengaruh penuh pada pertumbuhan serta perkembangan tanaman.

Bibit

Umumnya anggur ditanam dengan menggunanakn bibit stek. Adapun syarat yang baik untuk bibit stek adalah:
  • Panjangnya sekitar 25 cm dan terdiri atas 2 sampai 3 ruas.
  • Diambil dari pepohonan yang sudah berusia lebih dari 1 tahun.
  • Mata tunas terlihat sehat dengan ukuran besar dan padat.
  • Bibit stek ini terlebih dahulu harus disemaikan sebelum ditanam. Teknik penyemaiannya terbagi atas dua yakni vegetatif dan juga generatif.

Proses Penanaman Anggur

Setelah semua syarat terpenuhi, barulah kita mulai menanam bibit stek tanaman anggur yang telah disemaikan terlebih dahulu. Adapun cara menanam anggur sebagai berikut:

Pengolahan Medium Tanam

Sebelum ditanami, tanah harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan cara:
  • Menemukan lokasi tanam yang baik.
  • Menentukan luas wilayah tanam.
  • Mengatur jarak tanam.
  • Membuat lubang tempat menanam bibbit stek.
  • Menakar dosis pupuk yang dipergunakan.
  • Setelah langkah di atas selesai, mulailah dengan membuka lahan tanam.
  • Tempat yang dikehendaki sebaiknya dibersihkan dari gulma dan tanaman lain agar matahari bisa leluasa menerpa tanaman anggur kelak.
  • Cangkul juga tanah agar oksigen masuk. Baru kemudian dibuatkan lubang tanam yang sesuai dengan keinginan. Biasanya ukurannya 60x60x60 cm. Lubang tanam ini harus dibiarkan selama kurang lebih 4 minggu agar terkena sinar matahari.
  • Apabila tanah terlalu asam, lakukanlah pengapuran.
  • Setelah cukup 4 minggu, pupuklah lubang tanam dengan menggunakan pupuk kandang, tanah, pasir. Adapun perbandingannya yakni 2:1:1.

Teknik Penanaman

Setelah langkah demi langkah di atas rampung, mulailah menentukan pola tanaman. Sebagai tumbuhan monokultur, jarak tanaman anggur harus diperhatikan dengan seksama. Jarak ini harus mengekor pada tarikan angin. Jarak tanam ini bisa diatur sesuai dengan keinginan petani. Berikut satuan jarak tanam yang umum digunakan:
  • 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1.111 pohon
  • 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon
  • 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon
  • 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon
  • 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon
  • 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon

Selanjutnya adalah cara penanaman bibit. Waktu terbaik adalah saat musim kemarau sedang berlangsung yakni pada Juni ke Juli. Setiap tanaman anggur membutuhkan setidaknya 20 meter persegi termasuk di dalamnya para-para. Apa para-para tersebut? Yakni medium yang dipersiapkan sebagai tempat tanaman anggur merayap.

Langkah Pemeliharaan

Setelah ditanam, bukan berarti persoalan selesai. Untuk hasil panen yang maksimal, tanaman anggur harus dipelihara dengan benar.
  1. Penyulaman. Langkah ini dilakukan apabila bibit stek ada yang mati. Pengontrolannya dilakukan pada saat penyiraman dilakukan. Jika terdapat yang mati, segera gantikan dengan yang baru.
  2. Penjarangan. Proses ini dilakukan setelah tanaman berbuah. Mengapa dijarangkan? Sebab buah yang terlalu rapat akan merusak perkembangan buah dan juga menurunkan kadar kualitas. Penjarangan ini dilakukan pada tanaman yang tangkainya oanjang, bentuknya kurang sempurna, buahnya ada di bagian dalam tanaman sehingga tidak terkena matahari serta buah yang terbentuk di luar dari proses persarian.
  3. Penyiangan. Langkah ini dilakukan agar tanaman lain tidak mengganggu tanaman anggur.
  4. Perempalan. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman anggur. Caranya dengan membuang tunas yang tak perlu dan membiarkan hanya satu tunas yang dianggap paling baik.
  5. Pemupukan. Langkah ini sangat penting dan dilakukan dalam dua tahapan yakni pada saat tanaman berusia 0 sampai 1 tahun dan saat ia berusia 1 tahun ke atas. Takaran yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan usia tanaman.
  6. Pengairan juga penyiraman. Langkah ini harus dilakukan secara hati-hati sebab jika tidak, tanaman bisa terganggu bahkan rusak. Usahakan agar tak ada air yang tergenang. Pengairan dilakukan mulai saat buah ditanam hingga pemangkasan. Menjelang proses pemangkasan, penyiraman harus dihentikan. Dan setelah proses selesai, bisa dilakukan kembali. Pemberian air dilakukan hingga buah anggur ranum.
  7. Penyemprotan pestisida. Langkah ini dilakukan untuk mencegah hama yang bisa merusak buah anggur. Penyemprotannya dilakukan idealnya 15 hari menjelang pemanenan.
  8. Penanggulangan hama dan penyakit. Hal ini patut diperhatikan sebab jika tidak, panen Anda akan terganggu dan kualitasnya berkurang.
  9. Proses pemanenan. Adapun usia tanaman yang buahnya sudah bisa dipanen adalah yang berkisar di 90 sampai 100 hari. Namun apabila ia ditanam di wilayah yang termasuk dataran tinggi, panenlah di usia 105 sampai 110 hari. Perhatikan pula buah yang hendak dipanen, jika warnanya telah merata maka segeralah dipetik. Proses pemanenan ini dilakukan di pagi hari saat cuaca cerah. Hasil buah dimasukkan ke dalam keranjang dan jangan ditumpuk agar buah anggur tidak pecah.

Cara menanam anggur ini cukup mudah bukan?